Kelelahan fisik yang ekstrem, rasa takut pada kegelapan, rasa terisolasi, atau tumpukan stres bisa memicu serangan panik (panic attack) atau histeria pada seseorang saat berada di alam bebas. Teman yang mengalami kondisi ini bisa mendadak menangis histeris, bernapas sangat cepat (hiperventilasi), gemetaran, atau menolak bergerak sama sekali.
Menghadapi situasi ini membutuhkan ketenangan ekstra dari anggota kelompok lainnya. Lakukan langkah-langkah penanganan ini:
- Bawa ke Tempat yang Aman dan Teduh: Jauhkan korban dari pinggir tebing atau jalur curam. Dudukkan di tempat yang tenang dan aman dari jangkauan angin kencang.
- Bantu Mengatur Napas (Box Breathing): Pegang tangannya dengan lembut, minta dia menatap matamu, lalu instruksikan untuk menarik napas selama 4 detik, menahannya 4 detik, dan mengembuskannya perlahan selama 4 detik.
- Hindari Merekam atau Menghakimi: Jangan menyorotkan senter tepat ke wajahnya, jangan menyoraki, dan melarang orang lain merekam momen tersebut. Berikan rasa aman bahwa kelompok akan selalu menjaganya.
Berikan minuman hangat manis dan selimuti tubuhnya. Sentuhan fisik yang menenangkan (seperti menepuk bahunya secara teratur) sangat membantu menurunkan kadar hormon stres di otaknya.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik di alam bebas, jadi selalu hadir sebagai teman yang suportif dan siap merangkul dalam situasi sulit sekalipun.
