Kepala Pusing di Ketinggian? Kenali Gejala Acute Mountain Sickness (AMS) Sebelum Makin Parah
You are here : Home/Berita / Kepala Pusing di Ketinggian? Kenali Gejala Acute Mountain Sickness (AMS) Sebelum Makin Parah
Kepala Pusing di Ketinggian? Kenali Gejala Acute Mountain Sickness (AMS) Sebelum Makin Parah
Terapkan prinsip "Climb high, sleep low" (mendaki ke tempat yang lebih tinggi di siang hari untuk latihan, namun kembali tidur di area yang lebih rendah) saat merencanakan ekspedisi gunung tinggi.

Saat kamu mendaki gunung yang tinggi, kadar oksigen di udara akan semakin menipis seiring bertambahnya ketinggian. Tubuh manusia butuh waktu untuk beradaptasi dengan kondisi ini. Jika proses naik terlalu cepat tanpa aklimatisasi yang cukup, kamu bisa terserang Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit ketinggian.

Banyak pemula malu mengaku saat dadanya mulai sesak atau kepalanya pusing. Padahal, mengabaikan AMS bisa berakibat fatal. Kenali gejala dan penanganannya:

  • Gejala Ringan hingga Sedang: Ditandai dengan sakit kepala yang berdenyut di bagian depan/belakang, mual, kehilangan nafsu makan, badan terasa sangat lemas, dan sulit tidur di dalam tenda.
  • Solusi Terbaik Adalah Turun: Obat terbaik untuk AMS bukan minum obat pusing, melainkan turun ke ketinggian yang lebih rendah (turun 300–500 meter biasanya langsung meredakan gejala).
  • Lakukan Aklimatisasi: Saat berada di pos tinggi, istirahatlah sejenak. Berikan waktu bagi paru-parumu untuk menyesuaikan diri dengan tipisnya kadar oksigen sebelum melanjutkan pendakian.

Terapkan prinsip "Climb high, sleep low" (mendaki ke tempat yang lebih tinggi di siang hari untuk latihan, namun kembali tidur di area yang lebih rendah) saat merencanakan ekspedisi gunung tinggi.

Mendengarkan alarm alami tubuh dan tidak memaksakan diri naik saat AMS menyerang adalah tanda seorang petualang yang cerdas dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *