Malam hari di area perkemahan rasanya kurang lengkap tanpa kehangatan api unggun. Selain sebagai penghangat tubuh dan pengusir serangga malam, api unggun juga menjadi pusat interaksi sosial tempat kita berbagi cerita. Namun, membuat api unggun tidak sekadar menumpuk kayu lalu membakarnya dengan minyak tanah. Ada seni struktur penataan kayu yang menentukan seberapa lama api tersebut akan menyala.
Dua jenis struktur dasar yang paling populer dan ramah untuk pemula adalah:
- Struktur Teepee (Kerucut): Dibuat dengan menyusun kayu secara berdiri mengerucut seperti bentuk tenda suku Indian. Struktur ini sangat bagus untuk menyalakan api pertama kali karena memberikan aliran oksigen yang melimpah dari bawah, menghasilkan api yang cepat membesar dan terang.
- Struktur Log Cabin (Rumah Kayu): Dibuat dengan menyusun kayu secara bersilang segi empat menumpuk ke atas seperti susunan dinding rumah kayu. Struktur ini menghasilkan bara api yang stabil, runtuh perlahan, dan sangat cocok dipakai untuk menghangatkan malam yang panjang atau dipakai memasak.
- Keamanan Dasar Api: Selalu kelilingi area api unggun dengan susunan batu untuk menahan abu dan bara agar tidak menyebar ke dedaunan kering di sekitarnya.
Siapkan tiga lapis bahan bakar sebelum menyalakan api: tinder (bahan super halus seperti serutan kayu/tisu), kindling (ranting kecil seukuran pensil), dan fuel wood (kayu bakar tebal). Bakar dari yang paling halus dulu!
Pilihlah jenis susunan kayu yang sesuai dengan kebutuhan malammu, dan selalu pastikan untuk mematikan sisa bara apinya sampai benar-benar padam sebelum kamu masuk tidur.
