Saat bertualang di tempat yang berudara dingin atau berkabut, kita sering kali merasa jarang berkeringat dan tidak merasa haus sama sekali. Akibatnya, kita lupa minum air selama berjam-jam. Fenomena ini disebut cold dehydration atau dehidrasi dingin. Padahal, tubuh kita tetap kehilangan cairan dalam jumlah besar melalui uap napas saat kita mengembuskan napas di udara dingin dan saat otot bekerja keras mendaki.
Dehidrasi di tempat dingin sering kali tidak disadari sampai kamu mendadak merasakan gangguan pada fisikmu. Ini tanda dan trik mengatasinya:
- Kenali Tanda Terselubung: Waspadai jika kamu mulai merasakan sakit kepala yang menusuk, mulut terasa sangat kering, urin berwarna kuning pekat, atau otot kaki tiba-tiba kram hebat meskipun udara terasa sejuk.
- Dehidrasi Mempercepat Dingin: Kondisi kekurangan cairan membuat pembuluh darah menyempit, yang justru membuat tubuhmu menjadi jauh lebih cepat kedinginan dan rentan terkena hipotermia.
- Atur Jadwal Minum Rutin: Triknya adalah jangan menunggu sampai rasa haus datang. Buat jadwal rutin untuk meneguk 2-3 teguk air setiap 15-20 menit sekali selama kamu berjalan menyusuri jalur.
Bawa botol thermos kecil berisi air hangat. Meminum air hangat saat cuaca dingin jauh lebih nyaman di tenggorokan dan membantu menjaga suhu inti tubuhmu tetap stabil.
Jaga tubuhmu tetap terhidrasi dengan baik meskipun cuaca sedang dingin-dinginnya, karena air adalah bahan bakar utama agar fisikmu tetap berfungsi optimal di alam liar.
