Pernah lihat pendaki yang bawa kulkas di punggungnya? Eh, maksudnya ransel (carrier) yang tingginya melebihi kepala dan kelihatan berat banget? Buat pemula, ketakutan kekurangan barang sering bikin kita memasukkan semua hal ke dalam tas—termasuk barang-barang yang sebenarnya gak perlu.
Padahal, packing itu ada seninya, lho! Packing yang benar gak cuma bikin tas muat banyak, tapi juga menjaga keseimbangan tubuhmu biar gak gampang jatuh atau sakit pinggang sepanjang jalur. Yuk, intip trik menyusun barang di dalam ransel berikut:
- Bagian Atas (Zona Sering Dipakai): Ini tempatnya barang-barang krusial yang harus cepat diambil, seperti jas hujan, obat-obatan pribadi (first aid kit), dan camilan.
- Bagian Tengah Atas / Dekat Punggung (Zona Paling Berat): Taruh barang-barang terberatmu di sini, seperti bahan makanan, air cadangan, atau kompor. Menaruh barang berat dekat dengan pusat gravitasi tubuh bikin beban tas terasa lebih ringan.
- Bagian Tengah Bawah (Zona Berat Sedang): Isi dengan matras atau perlengkapan masak yang tidak terlalu berat.
- Bagian Bawah (Zona Ringan & Jarang Dipakai): Masukkan barang yang baru akan dipakai saat tiba di tempat berkemah, seperti sleeping bag, tenda, dan baju ganti.
Selalu lapisi bagian dalam ranselmu dengan plastik sampah besar (trash bag) sebelum memasukkan barang. Ini adalah pelindung darurat terbaik agar bajumu tetap kering total kalau tiba-tiba hujan badai di tengah jalan!
