Memahami Perbedaan Hipotermia dan Hipertermia di Alam Terbuka
You are here : Home/Berita / Memahami Perbedaan Hipotermia dan Hipertermia di Alam Terbuka
Memahami Perbedaan Hipotermia dan Hipertermia di Alam Terbuka

Banyak orang mengira ancaman suhu di alam bebas hanya tentang kedinginan saja. Padahal, Indonesia adalah negara tropis yang selain punya gunung-gunung tinggi yang dingin, juga punya kawasan hutan dataran rendah, sabana, dan pantai yang suhunya bisa sangat menyengat. Sebagai petualang, kamu wajib tahu kalau tubuh kita bisa mengalami dua kondisi ekstrem yang bertolak belakang: Hipotermia dan Hipertermia.

Biar tidak salah memberikan penanganan pertolongan pertama, yuk kenali perbedaan mendasar keduanya:

  • Hipotermia (Kedinginan Ekstrem): Kondisi tubuh kekurangan panas akibat paparan udara dingin, angin kencang, dan pakaian basah. Penanganannya adalah dengan menghangatkan tubuh korban menggunakan baju kering dan selimut.
  • Hipertermia (Kepanasan Ekstrem): Kondisi ketika suhu tubuh naik drastis di atas normal (bisa mencapai 40 Derajat Celcius) karena tubuh tidak mampu membuang panas akibat paparan terik matahari yang ekstrem dan kelelahan fisik (heat stroke).
  • Gejala & Penanganan Hipertermia: Gejalanya meliputi kulit memerah dan terasa sangat panas saat diraba, pusing hebat, mual, hingga pingsan. Penanganannya terbalik dari hipotermia: korban harus segera dibawa ke tempat teduh, dilonggarkan bajunya, dan dikompres dengan air biasa.

Hindari memberikan air es atau mengompres es batu secara langsung pada seluruh tubuh korban hipertermia, karena perubahan suhu yang terlalu mendadak bisa memicu syok pada pembuluh darahnya.

Alam tropis punya dua sisi mata uang yang ekstrem, jadi pelajari cara mengenali keduanya agar kamu bisa merespons gangguan suhu tubuh dengan tindakan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *