Masalah buang air besar (BAB), buang air kecil (BAK), dan mandi di alam bebas sering kali jadi momok yang bikin pemula enggan berlama-lama di hutan. Beberapa orang mengatasinya dengan membawa tisu basah biasa, sabun mandi wangi, atau sampo kimia ke sungai. Padahal, bahan-bahan kimia tersebut mengandung fosfat yang bisa meracuni ekosistem air sungai, dan tisu basah biasa mengandung serat plastik yang sulit terurai!
Biar kamu tetap bisa menjaga kebersihan tanpa mengotori alam (green hygiene), terapkan aturan ramah lingkungan ini:
- Gunakan Produk Biodegradable: Beralihlah ke tisu basah yang berlabel biodegradable (bisa hancur alami di tanah), atau gunakan air bersih dicampur sedikit sabun organik cair serbaguna yang bebas bahan kimia berbahaya.
- Jarak Aman dari Sumber Air: Saat harus BAB atau BAK di dalam hutan, menjauhlah minimal 60 meter (sekitar 70-80 langkah kaki) dari sumber air mengalir, jalur pendakian, atau area perkemahan terdekat.
- Bikin Lubang Cathole: Gali lubang sedalam 15-20 cm menggunakan sekop kecil atau ranting kayu. Lakukan urusanmu di lubang tersebut, lalu kubur kembali tanahnya dengan rapat beserta tisu biodegradable yang kamu pakai.
Jika kamu terpaksa menggunakan tisu basah biasa karena darurat, masukkan tisu bekas pakai tersebut ke dalam kantong plastik kecil khusus dan bawalah turun bersama sampah lainnya. Jangan pernah ditimbun di tanah!
Menjaga kebersihan tubuh itu wajib, namun memastikan alam di sekitar kita tetap suci dan bebas dari limbah kimia kita adalah tanggung jawab moral tertinggi seorang petualang.
