Bukan Masuk Angin Biasa! Kenali Tanda Awal Hipotermia di Gunung Sebelum Terlambat
You are here : Home/Berita / Bukan Masuk Angin Biasa! Kenali Tanda Awal Hipotermia di Gunung Sebelum Terlambat
Bukan Masuk Angin Biasa! Kenali Tanda Awal Hipotermia di Gunung Sebelum Terlambat

Di alam bebas, terutama di daerah ketinggian seperti gunung, musuh terbesar kita bukanlah hewan buas, melainkan cuaca dingin yang ekstrem. Salah satu kondisi darurat yang paling sering menyerang petualang pemula adalah hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis di bawah 35 Derajat Celcius. Sering kali, pemula mengabaikan gejala awalnya dan menganggapnya hanya sebagai rasa kantuk biasa.

Mendeteksi gejala ini sejak dini sangat penting untuk melakukan tindakan penyelamatan sebelum kondisinya semakin memburuk. Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Gejala Awal (Menggigil Hebat): Tubuh korban akan menggigil secara terus-menerus sebagai usaha alami untuk memproduksi panas. Bibir dan ujung kuku mulai kelihatan membiru atau pucat.
  • Gejala Menengah (Cara Bicara Kacau): Cara bicara korban mulai gagap, tidak jelas, atau lambat merespons ucapan orang lain. Gerakan tubuhnya mulai kehilangan koordinasi, seperti gampang tersandung saat berjalan.
  • Gejala Parah (Berhenti Menggigil): Ini fase yang paling berbahaya. Korban berhenti menggigil karena tubuh sudah kehabisan energi, terlihat sangat linglung, bahkan kadang merasa kepanasan dan ingin melepas baju (paradoxical undressing).

Jika mendapati teman terkena hipotermia, segera ganti semua baju basahnya, masukkan ke dalam tenda kering, beri minuman hangat yang manis (jangan kopi atau alkohol), dan bungkus menggunakan emergency blanket di dalam sleeping bag.

Selalu peka terhadap kondisi tubuh sendiri dan teman satu kelompok, karena mendeteksi hipotermia sejak dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa di alam liar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *